Bagi banyak perusahaan perdagangan, Excel adalah tempat semuanya dimulai.
Pesanan pembelian, daftar pemasok, saldo persediaan, jadwal pengiriman, tanggal pembayaran, kontrak pelanggan, bahkan perhitungan keuntungan sering kali dikelola melalui spreadsheet. Ketika perusahaan masih kecil, cara ini terasa praktis, murah, dan fleksibel.
Bahkan, banyak perusahaan importir, eksportir, dan perdagangan makanan berhasil menjalankan bisnis dengan cara ini selama bertahun-tahun.
Masalahnya bukan karena Excel merupakan alat yang salah.
Masalahnya adalah pertumbuhan bisnis pada akhirnya mengubah kebutuhan perusahaan.
Ketika jumlah transaksi meningkat, pengiriman menjadi lebih sering, pemasok berasal dari lebih banyak negara, dan semakin banyak karyawan terlibat dalam kegiatan operasional sehari-hari, spreadsheet perlahan berhenti menjadi alat bantu manajemen dan mulai menjadi risiko operasional.
Perubahan ini biasanya tidak terjadi secara tiba-tiba. Secara perlahan, perusahaan mulai menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengelola informasi daripada mengelola bisnis itu sendiri.
Excel menyediakan hampir semua yang dibutuhkan perusahaan pada tahap awal pertumbuhan:
-
Fleksibilitas penuh
-
Biaya implementasi yang rendah
-
Tampilan yang familiar
-
Pembuatan laporan yang cepat
-
Kustomisasi tanpa batas
Namun, spreadsheet pada dasarnya tidak dirancang untuk menjadi sistem utama dalam menjalankan operasional perusahaan perdagangan internasional.
Bayangkan sebuah perusahaan yang mengimpor almond dari California, mengekspor produk ke beberapa negara, bekerja sama dengan pemasok dari berbagai wilayah, serta mengelola ratusan atau bahkan ribuan kontainer setiap tahun.
Setiap pengiriman menghasilkan banyak aktivitas operasional, seperti:
-
Kontrak pembelian
-
Kontrak penjualan
-
Faktur pemasok
-
Faktur pelanggan
-
Keberangkatan kontainer
-
Dokumen bea cukai
-
Penerimaan barang di gudang
-
Pergerakan persediaan
-
Pembayaran
-
Konversi mata uang
Mengelola seluruh aktivitas tersebut melalui banyak spreadsheet akan semakin sulit seiring berkembangnya bisnis.
Banyak perusahaan tidak menyadari bahwa mereka telah mencapai tahap ketika spreadsheet justru mulai memperlambat operasional.
Berikut beberapa tanda yang paling umum:
Tim penjualan memiliki spreadsheet sendiri.
Tim pembelian memiliki file yang berbeda.
Tim keuangan menyimpan catatan pembayaran secara terpisah.
Staf gudang mengelola file persediaan mereka sendiri.
Alih-alih menggunakan satu sumber data yang sama, setiap departemen bekerja berdasarkan versinya masing-masing.
Setiap kontainer akan mengalami beberapa perubahan status:
-
Dipesan
-
Dalam proses produksi
-
Telah dikirim
-
Dalam perjalanan laut
-
Dalam proses bea cukai
-
Telah dikirim ke tujuan
-
Telah diterima
Ketika setiap perubahan status bergantung pada seseorang yang memperbarui spreadsheet secara manual, keterlambatan dan kesalahan sulit dihindari.
Perdagangan internasional memiliki banyak biaya tambahan selain harga pembelian, seperti:
-
Pengiriman laut
-
Transportasi darat
-
Bea masuk
-
Asuransi
-
Biaya pergudangan
-
Perubahan nilai tukar
-
Biaya pelabuhan
Tanpa data operasional dan keuangan yang terintegrasi, perusahaan mungkin mengetahui nilai pendapatannya, tetapi belum tentu mengetahui keuntungan sebenarnya.
Manajer harus mengumpulkan informasi dari berbagai file sebelum dapat mengambil keputusan.
Ketika laporan selesai dibuat, kondisi bisnis mungkin sudah berubah.
Salah satu tanda paling jelas bahwa Excel telah mencapai batasnya adalah ketika perusahaan mengatasi kompleksitas operasional dengan menambah lebih banyak tenaga kerja.
Lebih banyak koordinator.
Lebih banyak spreadsheet.
Lebih banyak pemeriksaan manual.
Alih-alih meningkatkan efisiensi, biaya operasional justru terus bertambah.
Perdagangan internasional saat ini tidak hanya berkaitan dengan membeli dan menjual produk.
Perusahaan perlu mengetahui dengan jelas apa yang sedang terjadi di seluruh operasional bisnis pada setiap saat.
Contohnya:
-
Kontainer mana yang sedang dalam perjalanan?
-
Pesanan pelanggan mana yang bergantung pada pengiriman tersebut?
-
Berapa banyak persediaan yang sudah dialokasikan untuk pelanggan?
-
Pembayaran kepada pemasok mana yang jatuh tempo minggu ini?
-
Kontrak mana yang menghasilkan margin tertinggi?
-
Pengiriman mana yang mengalami keterlambatan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut melibatkan logistik, pembelian, persediaan, keuangan, dan penjualan secara bersamaan.
Ketika setiap departemen mengelola informasi secara terpisah, menjawab pertanyaan tersebut menjadi jauh lebih sulit.
Beralih dari Spreadsheet ke Operasional yang Terhubung
Platform ERP modern tidak hanya menggantikan spreadsheet.
ERP menghubungkan seluruh proses bisnis.
Informasi tidak perlu dimasukkan dan diperbarui berkali-kali. Data cukup dimasukkan satu kali, lalu dapat digunakan oleh seluruh bagian perusahaan.
Sebuah kontrak pembelian dapat langsung terhubung dengan:
-
Informasi pemasok
-
Pengiriman kontainer
-
Ketersediaan persediaan
-
Pesanan pelanggan
-
Utang usaha
-
Piutang usaha
-
Pelaporan keuangan
-
Analisis keuntungan
Daripada meminta karyawan mencocokkan berbagai spreadsheet setiap hari, perusahaan dapat lebih fokus pada perencanaan, layanan pelanggan, dan pertumbuhan bisnis.
Bagi perusahaan perdagangan yang mengelola pengadaan, logistik, persediaan, keuangan, dan penjualan internasional, menghubungkan seluruh proses tersebut dalam satu sistem dapat memberikan visibilitas dan kontrol operasional yang lebih baik.
1C:Drive menyediakan fungsi terintegrasi untuk:
-
Manajemen pembelian dan penjualan
-
Manajemen kontrak
-
Pelacakan persediaan
-
Operasional beberapa perusahaan
-
Akuntansi keuangan
-
Pengelolaan piutang dan utang
-
Pelaporan operasional
-
Analisis keuntungan
Karena informasi mengalir secara otomatis antar-departemen, perusahaan dapat mengurangi waktu yang digunakan untuk memelihara spreadsheet dan lebih fokus dalam mengambil keputusan berdasarkan data.
Banyak perusahaan menganggap bahwa kompleksitas operasional adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari pertumbuhan bisnis.
Pada kenyataannya, sebagian besar kompleksitas tersebut muncul karena informasi yang tidak terhubung, bukan karena bisnis itu sendiri.
Excel tetap menjadi alat yang sangat baik untuk analisis, penyusunan anggaran, dan pembuatan laporan tambahan.
Namun, ketika spreadsheet menjadi sistem utama untuk mengelola pembelian, persediaan, kontrak, logistik, dan keuangan, spreadsheet sering kali menciptakan lebih banyak pekerjaan daripada yang diselesaikannya.
Bagi perusahaan perdagangan internasional yang sedang bertumbuh, tujuan utamanya bukan sekadar menggantikan Excel.
Tujuan sebenarnya adalah memastikan bahwa setiap departemen bekerja menggunakan data yang sama, setiap pengiriman dapat dipantau sepanjang prosesnya, dan setiap keputusan bisnis dibuat berdasarkan informasi yang akurat dan real-time, bukan berdasarkan spreadsheet yang digabungkan secara manual.