Sebagian besar perusahaan trading dapat menjawab satu pertanyaan sederhana dengan cepat.

Berapa nilai penjualan kita bulan ini?

Namun, jauh lebih sedikit perusahaan yang dapat menjawab pertanyaan berikut dengan penuh keyakinan.

Berapa keuntungan yang sebenarnya kita dapatkan?

Sekilas, menghitung profitabilitas terlihat sederhana.

Harga jual dikurangi harga beli.

Hasilnya seharusnya adalah keuntungan.

Namun, dalam perdagangan makanan internasional, perhitungannya jarang sesederhana itu.

Setiap pengiriman menimbulkan berbagai biaya tambahan sebelum produk sampai ke pelanggan. Jika biaya-biaya tersebut tidak terhubung dengan transaksi asalnya, margin yang terlihat dalam laporan bisa menjadi tidak akurat.

Bagi perusahaan trading yang sedang berkembang, memahami profitabilitas bukan hanya soal laporan keuangan. Hal ini sangat penting untuk membuat keputusan pembelian, penetapan harga, dan pengelolaan persediaan yang lebih baik.

Pendapatan Mudah Dilihat. Profit Jauh Lebih Kompleks.

Pendapatan langsung terlihat ketika penjualan terjadi.

Namun, profit terbentuk sepanjang keseluruhan proses trading.

Sejak produk dibeli hingga pembayaran diterima dari pelanggan, perusahaan harus menanggung berbagai biaya tambahan.

Contohnya antara lain:

  • Pengiriman laut

  • Transportasi darat

  • Bea masuk

  • Biaya penanganan di pelabuhan

  • Pergudangan

  • Asuransi

  • Pengemasan

  • Jasa inspeksi

  • Biaya perbankan

  • Fluktuasi nilai tukar mata uang

Jika dilihat satu per satu, setiap biaya mungkin tampak kecil.

Namun ketika digabungkan, biaya-biaya inilah yang menentukan apakah suatu transaksi benar-benar menghasilkan keuntungan.

Biaya Tersembunyi yang Sering Tidak Terlihat

Banyak perusahaan mencatat biaya operasional di sistem akuntansi secara terpisah dari aktivitas pembelian dan penjualan.

Akibatnya, biaya-biaya tersebut tidak lagi terhubung langsung dengan transaksi yang menyebabkan biaya itu muncul.

Tim finance mencatat tagihan freight.

Tim logistik mengelola pengiriman.

Tim purchasing bernegosiasi dengan supplier.

Tim sales memantau pesanan pelanggan.

Setiap departemen mungkin menjalankan tugasnya dengan benar.

Namun, tidak ada satu pihak pun yang melihat gambaran finansial secara menyeluruh.

Beberapa bulan kemudian, manajemen melihat laporan keuangan tetapi masih kesulitan memahami produk, supplier, atau pelanggan mana yang benar-benar memberikan margin terbaik.

Mengapa Perhitungan dengan Spreadsheet Semakin Sulit Dipercaya

Excel memang bisa digunakan untuk menghitung profitabilitas.

Namun hanya sampai bisnis mulai menjadi lebih kompleks.

Ketika perusahaan berkembang ke pasar internasional, spreadsheet sering kali mulai kesulitan mengikuti kebutuhan bisnis yang semakin besar, seperti:

  • Banyak supplier

  • Berbagai mata uang

  • Pengiriman sebagian atau partial shipment

  • Invoice yang terbagi

  • Biaya transportasi yang digunakan bersama

  • Perubahan nilai tukar

  • Persediaan yang dialokasikan ke beberapa pesanan pelanggan

Setiap variabel tambahan membutuhkan penyesuaian manual.

Dan setiap penyesuaian manual meningkatkan risiko terjadinya kesalahan.

Pada akhirnya, laporan profitabilitas menjadi semakin sulit dipercaya.

Mengapa Waktu Pencatatan Sangat Penting

Salah satu tantangan terbesar dalam perdagangan internasional adalah biaya tidak selalu muncul pada waktu yang sama.

Produk mungkin sudah masuk ke gudang.

Invoice pengiriman laut baru datang beberapa minggu kemudian.

Biaya bea cukai dicatat secara terpisah.

Biaya penyimpanan muncul setelahnya.

Sementara pembayaran dari pelanggan mungkin baru diterima beberapa bulan setelah pengiriman.

Jika semua aktivitas tersebut tidak saling terhubung, manajemen akan membuat keputusan berdasarkan informasi keuangan yang belum lengkap.

Akibatnya, perusahaan bisa terus menjual produk yang terlihat menguntungkan, padahal margin sebenarnya sangat kecil atau bahkan menghasilkan kerugian.

Profitabilitas Sebaiknya Diukur per Transaksi

Perusahaan trading dengan pengelolaan yang lebih matang semakin banyak yang menganalisis profitabilitas hingga ke tingkat transaksi, bukan hanya melalui laporan keuangan bulanan.

Daripada hanya bertanya:

Apakah perusahaan menghasilkan keuntungan bulan ini?

Mereka mulai bertanya:

  • Produk mana yang menghasilkan margin tertinggi?

  • Supplier mana yang paling menguntungkan?

  • Pelanggan mana yang membutuhkan biaya pelayanan paling tinggi?

  • Rute pengiriman mana yang meningkatkan biaya operasional?

  • Kontrak mana yang secara konsisten memberikan hasil lebih baik dari perkiraan?

Dengan tingkat visibilitas seperti ini, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait harga, pembelian, dan perencanaan bisnis.

Mengapa Finance dan Operasional Harus Terhubung

Profitabilitas tidak hanya terbentuk di bagian accounting atau finance.

Profitabilitas terbentuk sepanjang proses pembelian, logistik, pengelolaan persediaan, dan penjualan.

Artinya, tim finance membutuhkan data operasional.

Dan tim operasional juga membutuhkan visibilitas terhadap data keuangan.

Keputusan purchasing memengaruhi margin.

Keterlambatan pengiriman memengaruhi cash flow.

Tingkat persediaan memengaruhi working capital.

Syarat pembayaran pelanggan juga memengaruhi profitabilitas.

Ketika setiap departemen bekerja menggunakan informasi yang berbeda-beda, memahami kondisi keuangan perusahaan menjadi jauh lebih sulit.

Bagaimana ERP Terintegrasi Membantu Analisis Profitabilitas

Sistem ERP modern menghubungkan informasi keuangan dan operasional dalam satu platform.

Dengan begitu, perusahaan tidak perlu menunggu hingga akhir periode untuk menghitung profitabilitas.

Biaya dapat dipantau selama transaksi masih berjalan.

Kontrak pembelian, biaya pengiriman, pergerakan persediaan, invoice penjualan, dan pembayaran menjadi bagian dari satu alur kerja yang saling terhubung.

Hasilnya, manajemen mendapatkan gambaran profitabilitas yang lebih akurat sebelum mengambil keputusan bisnis penting.

Bagaimana 1C:Drive Membantu Perusahaan Trading Memahami Profitabilitas Sebenarnya

Bagi perusahaan perdagangan internasional, profitabilitas tidak hanya ditentukan oleh harga beli dan harga jual.

1C:Drive menghubungkan procurement, logistik, inventory, finance, dan sales dalam satu sistem terintegrasi. Dengan begitu, perusahaan dapat memantau dampak finansial secara menyeluruh dari setiap transaksi.

Perusahaan dapat menganalisis:

  • biaya pembelian dan penjualan;

  • utang dan piutang;

  • pergerakan persediaan;

  • biaya operasional;

  • profitabilitas per transaksi;

  • performa keuangan berdasarkan produk, pelanggan, dan supplier.

Karena informasi operasional dan keuangan saling terhubung, perusahaan dapat melihat dengan lebih jelas dari mana profit berasal dan di mana margin mulai berkurang.

Profitabilitas yang Lebih Baik Dimulai dari Visibilitas yang Lebih Baik

Perusahaan trading yang sedang berkembang biasanya tidak kesulitan karena kekurangan penjualan.

Masalah yang lebih sering terjadi adalah mereka tidak dapat melihat dengan jelas aktivitas bisnis mana yang benar-benar menghasilkan profit yang berkelanjutan.

Pendapatan hanyalah satu bagian dari keseluruhan gambaran.

Keunggulan sebenarnya datang dari kemampuan memahami perjalanan lengkap setiap transaksi, mulai dari procurement dan pengiriman hingga pembayaran dan margin akhir.

Perusahaan yang menghubungkan data operasional dengan data keuangan tidak hanya menghasilkan laporan yang lebih akurat.

Mereka juga dapat membuat keputusan bisnis yang lebih baik setiap hari.